11/10/2010

SAHABAT YANG PALING BANYAK MERIWAYATKAN HADIS

Terdapat banyak tokoh yang sudah berperan dalam meriwayatkan hadis dari berbagai tobakot, terutama kalangan sahabat yang bersentuhan langsung dengan Rasulullah saw. Kaitannya dengan ilmu rijalul hadis, kuantitas sahabata dalam meriwayatkan hadis akan menentukan penilaian para peneliti terhadap hadis yang diriwayatkannya, maka tersusunlah berbagai kitab yang menuliskan tentang biografi perawi yang berhasil dikumpulkan oleh ulama-ulama yang memang konsen dalam hal itu.
Dalam gambaran biografi tersebut, secara garis besar dikelompokan kepada dua kelompok, yaitu al Muktsirun fi al riwayah yaitu para tokoh yang banyak meriwayatkan hadis, dan kelompok kedua adalah para ulama hadis yang berhasil mentadwin hadis. Adapun yang akan dibahas dalam makalah ini adalah kelompok pertama.
Penting untuk diketahui, bahwa para sahabat telah dianggap banhyak meriwayatkan hadis bila ia sudah meriwayatkan lebih dari 1000 hadis. Mereka itu adalah Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, Anas bin Malik, Sayyidah Aisyah, Abdullah bin Abbas, Jabir bin Abdullah, dan Abu Said al Hudri .

1. Abu Hurairah

Abu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis di antara tujuh orang tersebut. Baqi bin Mikhlad mentahrijkan hadis Abu Hurairah sebanyak 5374 Hadis. Di antara jumlah tersebut 352 hadis disepakati oleh Bukhori Muslim, 93 hadis diriwayatkan oleh Bukhori sendiri dan 189 hadis diriwayatkan oleh Muslim sendiri. Menurut keterangan Ibn Jauzi dalam Talqih Fuhumi al Atsar bahwa hadis yang diriwayatkannya sebanyak 5374, tapi menurut al Kirmani berjumlah 5364 dan barada dalam Musnad Ahmad terdapat 3848 buah hadis.
Rasulullah sendirilah yang menjulukinya Abu Hurairah, ketika beliau melihatnya membawa seekor kucing kecil. Julukan dari Rasulullah itu semata karena kecintaan beliau kepadanya sehingga jarang ada orang memanggilnya dengan nama sebenarnya yaitu Abdurrahman bin Sakhir yang berasal dari bani Daus bin Adnan. Abu Hurairah memeluk islam pada tahun tujuh hijriyah yaitu pada tahun terjadinya perang Khoibar dan meninggal di Aqiq pada tahun 57 H. demikian menurut pendapat yang kuat.
Ia adalah pemimpin para ahli suffah yang menggunakan seluruh waktunya untuk beribadah di masjid Nabi. Suffah adalah tempat beratap di dalam masjid para sahabat yang juhud itu melindungkan diri di sana. Allah ternyata mengabulkan doa Nabi agar Abu Hurairah dianugrahi hafalan yang kuat. Ia memang paling banyak hafalannya di antara para sahabat. Imam Bukhori, Muslim dan at Tirmidzi mentakhrijkan sebuah hadis darinya bahwa ia pernah berkata “aku pernah mengadu kepada Rasulullah, wahai utusan Allah aku pernah mendengar banyak darimu tetapi aku tidak hafal. Rasulullah bersabda, bentangkanlah selendangmu, akupun membentangkannya lalu Rasulullah menceritakan banyak hadis kepadaku dan aku tidak melupakan sedikitpun apa yang beliau ceritakan kepadaku.”
Abu Hurairah telah meriwayatkan dari Nabi, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ubai bin Ka’ab, Utsman bin Zaid, Aisyah dan sahabat sahabat lain. Sedangkan jumlah orang yang meriwayatkan darinya melebihi 800 orang terdiri dari para sahabat dan tabi’in seperti Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Jabir bin Abdullah, dan Anas bin Malik. Sedangkan dari tabi’in di antaranya Said bin Al Musayyad, Ibn Sirrin, Ikrimah, Mujahid dan as Sya’bi.
Sanad paling soheh yang berpangkal darinya ialah Ibn Shihab az Zuhri, dari Said bin al Musayyad dari Abu Hurairah. Adapun yang paling dhoif adalah Assari bin Sulaiman, dari Daud bin Yazid al Audi, dari bapaknya (Yazid al Audi) dari Abu Hurairah.

2. Abdullah bin Umar

Hadis yang beliau riwayatkan sebanyak 2630 hadis. Di antara jumlah tersebut yang muttafaq alaihi sebanyak 170 hadis, yang dari Bukhori sebanyak 80 hadis dan yang dari Muslim sebanyak 31 hadis.
Abdullah bin Umar adalah putra kholifah ke dua yaitu kholifah Umar bin Khottob dan saudara kandung sayyidah Hafsah ummul mukminin. Ia salah seorang di antara orang orang yang bernama Abdullah (al abadillah al arba’ah) yang terkenal sebagai pemberi fatwa.
Abdullah bin Umar dilahirkan tidak lama sesudah Nabi di utus. Umurnya 10 tahun ketika masuk Islam bersama ayahnya, kemudian mendahului ayahnya untuk hijrah ke madinah pada saat perang Uhud ia masih sangat muda sehingga Rasulullah menganggapnya masih terlalu kecil untuk ikut perang dan tidak diizinkan. Tetapi sesudah perang Uhud ia banyak mengikuti peperangan seperti perang Yarmuk, penaklukan Afrika, Mesir, serta penyerbuan Basrah.
Di antara silsilah sanad yang paling soheh yang sampai kepada Abdullah bin Umar ialah melalui Malik ibn Anas dari Nafi’ sedangkan yang paling lemah ialah melalui Muhammad Abdullah ibn Kosim dari ayahnya kemudian dari kakeknya.
Disamping menghafal hadis hadis yang diterimanya, beliau juga menuliskannya dalam beberapa risalahnya. Hal ini diantaranya diketahui oleh Nafi’ di antara hadis hadis yang diriwayatkannya ada juga yang ditulis oleh para ulama yang menerimanya seperti Sa’id bin Jubair, Abdul Ajiz bin Marwan, Abdul Malik bin Marwan dan Nafi’.
Abdullah bin Umar wafat pada tahun 73 H, ada yang mengatakan bahwa al Hajjaj menyusupkan seseorang ke rumahnya kemudian membunuhnya. Dikatakan mula-mula di racun, kemudian di tombak dan dirajam. Pendapat lain mengatakan bahwa Ibn Umar meninggal secara wajar, informasi ini diragukan kebenarannya.

3. Anas bin Malik

Hadis yang beliau riwayatkan sebanyak 2286 hadis. Di antara jumlah tersebut yang muttafaq alaihi sebanyak 168 hadis yang diriwayatkan Bukhori sebanyak 8 hadis dan yang diriwayatkan Muslim sebanyak 70 hadis.
Nama lengkap Anas bin Malik adalah Anas ibn Malik ibn an Nadzor ibn Damdam ibn Zaid ibn Harom Ibn Jundub ibn Amir ibn Gonam ibn Addi ibn an Najar al anshori. Ia dikenal juga dengan sebutan Abu Hamzah.
Anas bin Malik lahir pada tahun 10 sebelum hijrah dan wafat pada tahun 93 h di basrah. Beliau adalah sahabat yang paling akhir meninggal di Bashrah.
Ia hidup bersama Rasulullah dalam kedudukannya sebagai pembantu yang dipersembahkan oleh ibunya yaitu Ummu Sulaim pada usia 10 tahun. Ayahnya bernama Malik ibn an Nadzor. Rasulullah sediri memperlakukannya dengan sangat bujaksana, bukan sebagai seorang tuan kepada pembantunya. Dalam hal ini Anas pernah bercerita bahwa Rasulullah tidak pernah menyinggung perasaannya, bermasam muka, atau menegur apa saja yang dikerjakan maupun yang ditinggalkan kecuali hanya menyerahkannya kepda Allah.
Silsilah sanad yang paling soheh yang sampai kepadanya ialah melalui Malik bin Anas dari Ibn Syihab az Zuhri. Sedangkan yang paling lemah ialah melalui Daud ibn al Muhabbir dari ayahnya dari Abban ibn Abi Iyasi.
Karena keluasan ilmunya tersebut Qatadah mengatakan di hari wafatnya Anas bahwa Muwarid berkata pada hari ini telah lenyap seperdua ilmu.

4. Aisyah Ummul Mukminin

Beliau meriwayatkan hadis dari Rasulullah sebanyak 2210 hadis dari jumlah tersebut 174 hadis muttafakun alaihi, 64 hadis diriwayatkan Bukhori dan 68 Hadis diriwayakan Muslim.
Aisyah adalah istri Nabi, putri Abu Bakar as Siddiq, teman sekaligus orang yang paling dikasihi Nabi. Aisyah masuk Islam ketika masih kecil sesudah 18 orang yang lain. Rasulullah memperistrinya pada tahun dua hijriah, Rasulullah selalu mengalah kepadanya dan mengikuti kesenangannya dengan penuh cinta. Hal itu tidaklah aneh karena akhlak mulia yang ada pada dirinya tidak dimiliki oleh wanita lain. Beliau mempelajari bahasa, syair, ilmu kedokteran, nasab nasab. Berkata az Zuhri andaikan ilmu yang dikuasai Aisyah dibandingkan dengan yang dimiliki semua isteri Nabi dan ilmu seluruh wanita, niscaya ilmu Aisyah masih lebi utama. Urwah menambahkan aku tidak pernah melihat seorang pun yang mengerti ilmu kedokteran, syair, dan fiqh melebihi aisyah.
Dalam menyampaikan sebuah hadis Aisyah kerap kali menggambarkan perihal yang meyebabkan nabi mengeluarkan hadis dan dalam kontek apa maksud dan tujuan yang hendak ditunjukan. Itulah sebagian dari keluasan ilmunya.
Selain menerima hadis hadis langsung dari Rasul, ia juga menerima dari sahabat sahabat lainnya Abu Bakar, Umar, Saad ibn Abi Waqas, Fatimah az Zahra dan Usaid ibn Hudair. Sementara yang menerima hadis dari Aisyah bukan hanya para tabi’in tapi juga para sahabaty lainnya. Di antara pada sahabat yang meriwatkan hadis darinya adalah Abu Hurairah, Abu Musa al Asy’ari, Zaid ibn Khalid al Juhni dan Safiah binti Saibah. Sedangkan para tabiin yang menerima hadis darinya diantaranya Said ibn Musayyab, Alkomah ibn Qais, Masruk ibn Al Ajda’, Aisyah binti Tholhah, Hafsah binti Sirrin.
Silsilah sanad yang paling tinggi derajatnya samapai kepadanya adalah melalui Yahya ibn Said dari ubaidah ibn Amr ibn Hafs dari al Kosim ibn Muhammad. Silsilah lainnya ialah melalui ibn Syihab az Zuhri atau Hisyam ibn Urwah ibn Zubair. Sedangkan silsilah yang paling lemah adalah melalui al Haris ibn Syubl dari Ummu an Nu’man.
Murid-murid Aisyah diantaranya adalah generasi tabi’in. setidaknya ada 4 ulama besar yang lahir darinya antara lain Urwah ibn Zubair, Al Qasim ibn Muhammad, Umrah binti Abi Rahmah dan Muadzah al Adawiyah.

5. Abdullah Ibn Abbas
Hadis-hadis yang beliau riwayatkan sebanyak 1660 hadis. Dari jumlah tersebut yang muttafaq alaihi sebanyak 95 hadis diriwayatkan Bukhori sebanyak 28 hadis dan yang diriwayatkan Muslim sebanyak 49 hadis.
Abdullah ibn Abbas adalah anak paman Rasul yaitu al Abbas ibn Abdul Muthalib ibn Hasyim ibn Manaf al Makky al Madani at Thaifi. Sedang ibunya adalah saudara Maimunah istri Rasulullah, yaitu Ummu Al Fadl Lubabah binti al Haris al Hilaliah. Ia dilahirkan tiga tahun sebelum hijrah dan meninggal di Thaif tahun 68 hijrah.
Hadis-hadis yang telah diriwayatkannya disamping diterima dari Rasul juga menerima dari ayah dan Ibunya, Abu Bakar, Usman, Ali, Umar, dan Ubay ibn Ka’ab, Muad ibn Jabal dan sahabat sahabat lainnya. Sedangkan para ulama yang meriwayatkan hadisnya diantaranya ialah Abdullah ibn Umar, Abu at Tufail, Said ibn Al musayyab, Anas ibn Malik, dan lainnya.
Hadis yang langsung diterima dari Nabi sendiri sebanyak sebagaimana yang ditemukan pada sohih Bukhori dan Muslim adalah lebih dari 10 hadis. Yang menurut para ulama lainnya bagaimana yang dikemukakan oleh al Asqalani menyebutkan jumlahnya lebih kecil dari itu, menurut al Ghazali hanya empat hadis, menurut Ghandar hanya 9 hadis, dan menurut Yahya al Qattan hanya 10 hadis.
Silsilah sanad hadis yang paling tinggi nilainya yang sampai kepadanya adalah ialah melalui ibn Shihab az Zuhri dari Ubaidillah ibn Abdillah ibn Utbah. Sedang silsilah yang paling lemah adalah melaui Muhammad ibn Marwan as Suddi as Shogir dari al Kalbi dari Abu Sholeh.

6. Jabir bin Abdullah

Hadis-hadis yang diriwayatkannya sebanyak 1540 hadis dari jumlah teresebut yang mutaffaq alaihi sebanyak 60 hadis, yang diriwayatkan Bukhari sebanyak 16 hadis dan yagn diriwayatkan Muslim sebanyak 126 hadis.
Beliau dilahirkan pada tahun 16 sebelum hijrah sedangkan meninggalnya di Madinah tahun 78 hijrah. Ayahnya adalah Abdullah ibn Amr ibn Haram ibn Sa’labah al Khajraji al Anshori as Salami. Di masjid Nabawi madinah ia memberikan bimbingan pengajian pada masyarakat kemana saja ia pergi seperti ke Mesir dan Syam selalu dikunjungi masyarakat yang ingin mengambil ilmunya dan meneladani ketakwaannya. Ia mendapat gelar kehormatan di antaranya al faqih, al imam, dan mufti Madinah.
Beliau menerima hadis hadis disamping dari Rasulullah sendiri, juga dari para sahabat lainnya seperti Abu Bakar, Umar, Ali, dan Abu Ubaidah, Tholhah, Muad ibn Jabal, Ammar ibn Yasin, Kholid ibn al Walid, abu Burdah ibn Nayyar, Abu Hurairah dan banyak lagi sahabat sahabat lainnya.
Sedang para tabi’in yang meriwayatkan hadis darinya ialah Abdurrahman, Uqail dan Muhammad (anaknya sendiri), Said ibn al Musayyab, Abu az Zubair dan lain lain.
Silsilah sanad yang paling tinggi nilainya adalah hadis hadis yang diriwayatkan oleh ulam Makkah melalui Sufyan ibn Uyainah dari Amr Ibn Dinar.

7. Abu Said al Hudri

Hadis hadis yang beliau riwayatkan sebanyak 1170 hadis, dari jumlah tersebut yang muttafaq alaihi sebanyak 46 hadis, yang diriwayatkan bukhori sebanyak 16 dan yang diriwayatkan Muslim sebanyak 52 hadis.
Abu Said al Hudri adalah nama gelar yang diberikan kepadanya sedang nama aslinya adalah Saad ibn Malik ibn Sinan al Khajraji al Anshori. Ia dibawa ayahnya menngunjungi Rasul untuk ikut berperang pada perang Uhud pada waktu itu ia baru berumur 13 tahun tetapi Rasul melarangnnya karena dinilai masih terlalu kecil. Ia meninggal pada tahun 74 hijriyah.
Kepribadiannya ia dikenal sebagai seorang yang zuhud dan ‘alim. Dalam perjuangan untuk menegakkan agama Islam, Abu Said ikut berperang sebanyak 12 kali.
Hadis hadis yang diterima disamping dari rasul adalah dari para sahabat lainnya seperti Malik Ibn Sinan (ayahnya) Qatadah ibn an Nukman (saudaranya se ibu) Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, Abu Musa al Asyari, Zaid ibn Sabit dan Abdullah ibn Salam.
Sedang para sahabat yang meriwayatkan hadis hadisnya antara lain Abdurrahman (anaknya), Zainab binti Ka’ab Ibn ajrad, Abdullah ibn Umar, kAbdullah ibn Abbas, Abu At Tufaili, Nabi’ dan Ikrima.


Daftar Pustaka

Suparta, Munzir. Ilmu Hadis, Jakarta: Rajawali Press, 2003
Shalih, Subhi , Membahas Ilmu-ilmu Hadis. Pustaka Pirdaus, 2007
Rahman, Fathur, Ikhtisar Mustalahul Hadis, Bandung: PT. Al Ma’arif, 1974

Tidak ada komentar: